Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Artikel Penelitian dan Pengabdian

Koleksi otomatis dari Artikel

591 item publik

Publikasi

Halaman 30 dari 30

AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK AIR DAN HEKSANA DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus novergicus)

2017 · Article · Open Access

Diabetes mellitus adalah salah satu gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah atau hiperglikemia. Hiperglikemia merupakan keadaan dimana jumlah glukosa dalam darah melebihi batas normal. Banyak tanaman yang berpotensi sebagai penurun kadar glukosa darah, salah satunya daun pandan (Pandanus amaryllifolius). Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi golongansenyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak air dan heksana daun pandan serta menentukan aktivitas ekstrak air dan heksana daun pandan terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus novergicus) dengan hiperglikemia. Simplisia daun pandan diekstraksi dengan metode maserasi. Ekstrak kental ditentukan kandungan senyawanyadan diuji secara in vivo pada tikus hipergikemia yang diinduksi aloksan. Ekstrak air daun pandan (EADP) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Ekstrak heksana daun pandan (EHDP) mengandung senyawa alkaloid dan steroid. Pengukuran kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer selama 15 hari dengan interval waktu setiap 3 hari. Perlakuan kontrol negatif dengan Na-CMC 1% meningkatkan kadar glukosa darah sebesar 137,50%. Perlakuan kontrol positif dengan metfomin 9 mg menurunkan kadar glukosa darah sebesar 66,41%. Perlakuan dengan pemberian EADP 300, EADP 600, EHDP 300 dan EHDP 600 dapat menurunkan kadar glukosa berturut-turut sebesar 42,38, 60,25, 26,99 dan 24,81%. Ekstrak air dan heksana daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dapat menurunkan kadar glukosa darah secara invivo.

AKTIVITAS FRAKSI ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.) SEBAGAI PENGHAMBATASETILKOLINESTERASE

2017 · Article · Open Access

Alzheimer Disease (AD) adalah jenis penyakit yang umum dari dimensia yang menggambarkan kondisi ketika sel-sel saraf (neuron) di otak mati dan tidak lagi berfungsi normal. Kematian dan kerusakan neuron menyebabkan perubahan memori, perilaku dan kemampuan berpikir jernih.Penhambatan asetilkolinesetrase (AChE) dapat dinaikkan jumlah neurotransmitter dan fungsinya. Ini menjadi dasar bahwa peningkatan ketersediaan asetilkolin (ACh) di reseptor acetilkolin dalam otak, menyebabkan neuron mudah ditranspor sehingga meningkatkan fungsi kognitif. Penelitian aktivitas dari fraksi aktif daun sirsak in vitro sebagai penghambat AChE dan kinetika penghambatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mempunyai aktivitas penghambatan AChE dan kinetikannya dalam pengobatan AD.Pengujian aktivitas penghambatan AChE dilakukan berdasarkan metode Ellman.Metode ini menggunakan prinsip hidrolisis reaksi substrat ATCh oleh AChE dengan DNTB yang memberikan warna kuning dan diukur serapannya pada panjang gelombang 410  5 nm. Hasil pengujian penghambatanAChE menunjukkan bahwa Fr.Etanol dari daun Annona muricata Linn. memberikanpenghambatan tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 69.927 mg/L. Hasil fraksinasi Fr.Etanol.1.2.1 mempunyai nilai penghambatan AChE tertinggi dengan nilai IC50 3.651 mg/L. Sementara itu, positif kontrol donepezil HCl dengan nilai IC50 sebesar 0.016 mg/L. Kinetika Fr.Etanol.1.2.1 terhadap penghambatan AChEadalah kompetitif.

AKTIVITAS FRAKSI ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.) SEBAGAI PENGHAMBATASETILKOLINESTERASE

2017 · Article · Open Access

Alzheimer Disease (AD) adalah jenis penyakit yang umum dari dimensia yang menggambarkan kondisi ketika sel-sel saraf (neuron) di otak mati dan tidak lagi berfungsi normal. Kematian dan kerusakan neuron menyebabkan perubahan memori, perilaku dan kemampuan berpikir jernih.Penhambatan asetilkolinesetrase (AChE) dapat dinaikkan jumlah neurotransmitter dan fungsinya. Ini menjadi dasar bahwa peningkatan ketersediaan asetilkolin (ACh) di reseptor acetilkolin dalam otak, menyebabkan neuron mudah ditranspor sehingga meningkatkan fungsi kognitif. Penelitian aktivitas dari fraksi aktif daun sirsak in vitro sebagai penghambat AChE dan kinetika penghambatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mempunyai aktivitas penghambatan AChE dan kinetikannya dalam pengobatan AD.Pengujian aktivitas penghambatan AChE dilakukan berdasarkan metode Ellman.Metode ini menggunakan prinsip hidrolisis reaksi substrat ATCh oleh AChE dengan DNTB yang memberikan warna kuning dan diukur serapannya pada panjang gelombang 410  5 nm. Hasil pengujian penghambatanAChE menunjukkan bahwa Fr.Etanol dari daun Annona muricata Linn. memberikanpenghambatan tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 69.927 mg/L. Hasil fraksinasi Fr.Etanol.1.2.1 mempunyai nilai penghambatan AChE tertinggi dengan nilai IC50 3.651 mg/L. Sementara itu, positif kontrol donepezil HCl dengan nilai IC50 sebesar 0.016 mg/L. Kinetika Fr.Etanol.1.2.1 terhadap penghambatan AChEadalah kompetitif.

AKTIVITAS FRAKSI ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.) SEBAGAI PENGHAMBATASETILKOLINESTERASE

2017 · Article · Open Access

Alzheimer Disease (AD) adalah jenis penyakit yang umum dari dimensia yang menggambarkan kondisi ketika sel-sel saraf (neuron) di otak mati dan tidak lagi berfungsi normal. Kematian dan kerusakan neuron menyebabkan perubahan memori, perilaku dan kemampuan berpikir jernih.Penhambatan asetilkolinesetrase (AChE) dapat dinaikkan jumlah neurotransmitter dan fungsinya. Ini menjadi dasar bahwa peningkatan ketersediaan asetilkolin (ACh) di reseptor acetilkolin dalam otak, menyebabkan neuron mudah ditranspor sehingga meningkatkan fungsi kognitif. Penelitian aktivitas dari fraksi aktif daun sirsak in vitro sebagai penghambat AChE dan kinetika penghambatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mempunyai aktivitas penghambatan AChE dan kinetikannya dalam pengobatan AD.Pengujian aktivitas penghambatan AChE dilakukan berdasarkan metode Ellman.Metode ini menggunakan prinsip hidrolisis reaksi substrat ATCh oleh AChE dengan DNTB yang memberikan warna kuning dan diukur serapannya pada panjang gelombang 410  5 nm. Hasil pengujian penghambatanAChE menunjukkan bahwa Fr.Etanol dari daun Annona muricata Linn. memberikanpenghambatan tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 69.927 mg/L. Hasil fraksinasi Fr.Etanol.1.2.1 mempunyai nilai penghambatan AChE tertinggi dengan nilai IC50 3.651 mg/L. Sementara itu, positif kontrol donepezil HCl dengan nilai IC50 sebesar 0.016 mg/L. Kinetika Fr.Etanol.1.2.1 terhadap penghambatan AChEadalah kompetitif.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI LABU AIR (Lagenaria siceraria) TERHADAP Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

external_update
2016 · Article · Open Access

Lagenaria sicerariayang dikenal dengan namabiji labu air adalah tanaman yang mengandung senyawa alkaloid, fenol, tanin, flavonoid dan steroid. Senyawa-senyawa diatas berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penghambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureusdan Escherichia coli. Berdasarkan hasil penelitian skrining fitokimia dapat diketahui bahwa kandungan biji labu air (Lagenaria siceraria) yaitu alkaloid, tanin, flavonoid, steroid dan fenol. Dari hasil uji efektivitas antibakteri ekstrak biji labu air dengan pelarut etil asetat, heksana dan air mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureusdan Escherichia coli. Namun aktivitas antibakteri ekstrak biji labu air yang menggunakan pelarut heksana memiliki zona hambat yang lebih besar dibandingkan ekstrak biji labu air yang menggunakanpelarut etil asetat dan air. Perbandingan aktivitas antimikroba pada ketiga pelarut tersebut dengan variasi konsentrasi pelarut menunjukkan perbedaan yang bermakna dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis,Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hal ini dapat dilihat dari nilai pvalue < 0.05 (p = 0,000).

PENENTUAN KADAR KAFEIN KOPI ROBUSTA TERFERMENTASI OLEH Enterococcus durans, Enterococcus sulfureus, DAN Lactococcus garvieae

2016 · Article · Open Access

Kopi banyak digemari karena memiliki cita rasa dan aroma yang khas. Tetapi kopi mengandung kafein yang dapat mengganggu kesehatan. Salah satu jenis kopi yang sangat terkenal adalah kopi luwak. Kopi ini memiliki keunikan karena kadar kafein yang rendah dan dalam prosesnya kopi harus dikonsumsi oleh luwak. Permasalahan yang sekarang adalah populasi luwak yang mulai menurun serta prosesnya yang membuat sulit diproduksi dalam skala besar dalam waktu singkat. Pada penelitian ini kami mencoba mengaplikasikan kultur bakteri Enterococcus durans, Enterococcus sulfureus dan Lactococcus garviea untuk mengolah kopi robusta agar menyerupai kopi luwak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kafein dari kopi robusta terfermentasi dan hasilnya akan dibandingkan dengan kopi luwak. Bakteri yang terdapat di dalam sistem pencernaan luwak diisolasi dan ditambahkan pada saat proses fermentasi biji kopi. Setelah proses fermentasi selesai dilakukan pengukuran kadar kafein dengan menggunakan KCKT. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar kafein pada kopi robusta terfermentasi yang menggunakan suspensi bakteri Enterococcus durans, Enterococcus sulfureus dan Lactococcus garvieae belum dapat menyamai kadar kafein pada kopi luwak, namun kadar kafein pada kopi robusta terfermentasi dapat lebih rendah dari kadar kafein pada kopi robusta. Persentase kadar kafein kopi robusta terfermentasi, kopi robusta, dan kopi luwak berturut-turut 1,20%, 1,90%, dan 0,59%.

POTENSI ENZIM TRANSGLUTAMINASE SEBAGAI GEL PENYEMBUH LUKA STADIUM II PADA AYAM RAS JANTAN

2016 · Article · Open Access

Transglutaminase (E.C. 2.3.2.13) merupakan enzim yang mengkatalisis reaksi perpindahan gugus asil antara kelompok γ-karboksiamida residu glutamin pada protein, peptida dan berbagai amina primer. Enzim transglutaminase dapat membantu stabilisasi monomer fibrin yang terjadi selama proses pembekuan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas proses penyembuhan luka stadium II pada ayam ras jantan yang diberikan sediaan gel enzim transglutaminase. Pada penelitian ini dibuat formulasi sediaan gel enzim transglutaminase 1%, 3%, 5%, dan 7%. Sediaan gel enzim transglutaminase dilakukan uji organoleptis dan uji homogenitas. Selanjutnya sediaan gel tersebut dioleskan pada ayam ras jantan yang sudah memiliki luka stadium II. Formulasi sediaan gel enzim transglutaminase memiliki tekstur yang homogen, berwarna putih, berbau khas enzim transglutaminase, dan memiliki kisaran pH 6,2-6,7. Persentase pengurangan panjang luka stadium II pada ayam ras jantan oleh sedian gel enzim transglutaminase 1%, 3%, 5%, 7%, dan Bioplacenton® gel masing-masing sebesar 80,54%, 99,00%, 99,67%, 87,25%, dan 99,33%. Berdasarkan analisis statistik ANOVA, nilai persentase pengurangan panjang luka stadium II dengan perlakuan sediaan gel transglutaminase 5% lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan dengan gel Bioplacenton® (kontrol positif). Oleh karena itu, sediaan gel enzim transglutaminase 5% dapat berperan sebagai penyembuh luka stadium II pada ayam ras jantan.

Aktivitas Inhibisi Enzim α-Glukosidase Ekstrak Air dan Etanol Umbi Lapis Bawang Merah (Allium ascalonicum)

2015 · Article · Open Access

Umbi lapis dari bawang merah (Allium ascalonicum) mempunyai potensi sebagai analgesik, antiinflamasi, antimikobakterial, antifungi, dan antikanker. Namun mekanisme antidiabetes pada tanaman ini belum ditentukan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi ekstrak air dan etanol umbi lapis A. ascalonicum pada konsentrasi 1% sebagai inhibitor enzim α-glukosidase dan membandingkan aktivitasnya dengan larutan akarbosa 1% sebagai kontrol positif. Selain itu penelitian ini menentukan komponen fitokimia dalam ekstrak tersebut. Simplisia umbi lapis A. ascalonicum diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi. Selanjutnya ekstrak diuji kandungan fitokimia dan daya inhibisinya terhadap enzim α-glukosidase secara in vitro. Aktivitas α-glukosidase ditentukan dengan mengukur produk p-nitrofenol yang dihasilkan dari reaksi enzim dan substrat p-nitrofenil-α-D-glukopiranosida (p-NPG) menggunakan microplate absorbance reader pada panjang gelombang 410 nm. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak air umbi lapis A. ascalonicum mengandung flavonoid dan tanin. Selain itu, ekstrak etanol 96% dan ekstrak etanol 70% umbi lapis A. ascalonicum mengandung flavonoid, tanin, dan saponin. Ekstrak air, etanol 70%, etanol 96% umbi lapis A. ascalonicum pada konsentrasi 1% (b/v) serta larutan akarbosa 1% dapat menginhibisi aktivitas enzim α-glukosidase berturut-turut sebesar 11,75%, 4,48%, 20,92%, dan 99,37%. Hasil daya inhibisi ketiga ekstrak ini berbeda nyata (p<0,05) dengan daya inhibisi akarbosa 1%.

Phytochemical Analysis, α-glucosidase Inhibition Activity in-vitro and Enzyme Kinetics of Ethyl Acetate and Hexane Extracts of Graptophylum pictum (L.) Griff

2014 · Article · Open Access

The species Graptophylum pictum (L.) Griff, also known as “daun ungu” in Indonesia, is a traditional herbaceous plant believed to have antidiabetic potential. The number of people in the world with diabetes has increased dramatically over the recent years. The treatment of type II diabetes is complicated by several factors inherent to the disease. Elevated postprandial hyperglycemia is one of the risk factors and the intestinal digestive enzyme α-glucosidase plays a vital role in carbohydrate metabolism. One of the antidiabetic therapeutic approaches which reduces the postprandial glucose level in blood is by the inhibition of α-glucosidase. In this study, phytochemical analysis, α- glucosidase inhibitory activity and enzyme kinetics of ethyl acetate- and hexane extracts of G. pictum were evaluated with the aim to analyze its antidiabetic potential. Phytochemical analysis revealed the presence of tannins, steroids, and alkaloids. Steroids were present in ethyl acetate extract but absent in hexane extract, while alkaloids were present in hexane extract but absent in ethyl acetate extract. The ethyl acetate and hexane extracts had 30.68 and 49.82% inhibitory effect on α-glucosidase activity respectively. The kinetics of glucosidase enzyme of ethyl acetate and hexane extracts were determined by Lineweaver Burk plots. These exhibited uncompetitive and noncompetitive inhibition to alpha-glucosidase activity respectively. From the enzyme assay, we infer that ethyl acetate and hexane extracts of G. pictum contain potential α-glucosidase inhibitors that have the potential to be exploited for use in the treatment of diabetes