Aktivitas Inhibisi Enzim α-Glukosidase Ekstrak Air dan Etanol Umbi Lapis Bawang Merah (Allium ascalonicum)
Umbi lapis dari bawang merah (Allium ascalonicum) mempunyai potensi sebagai analgesik, antiinflamasi, antimikobakterial, antifungi, dan antikanker. Namun mekanisme antidiabetes pada tanaman ini belum ditentukan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi ekstrak air dan etanol umbi lapis A. ascalonicum pada konsentrasi 1% sebagai inhibitor enzim α-glukosidase dan membandingkan aktivitasnya dengan larutan akarbosa 1% sebagai kontrol positif. Selain itu penelitian ini menentukan komponen fitokimia dalam ekstrak tersebut. Simplisia umbi lapis A. ascalonicum diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi. Selanjutnya ekstrak diuji kandungan fitokimia dan daya inhibisinya terhadap enzim α-glukosidase secara in vitro. Aktivitas α-glukosidase ditentukan dengan mengukur produk p-nitrofenol yang dihasilkan dari reaksi enzim dan substrat p-nitrofenil-α-D-glukopiranosida (p-NPG) menggunakan microplate absorbance reader pada panjang gelombang 410 nm. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak air umbi lapis A. ascalonicum mengandung flavonoid dan tanin. Selain itu, ekstrak etanol 96% dan ekstrak etanol 70% umbi lapis A. ascalonicum mengandung flavonoid, tanin, dan saponin. Ekstrak air, etanol 70%, etanol 96% umbi lapis A. ascalonicum pada konsentrasi 1% (b/v) serta larutan akarbosa 1% dapat menginhibisi aktivitas enzim α-glukosidase berturut-turut sebesar 11,75%, 4,48%, 20,92%, dan 99,37%. Hasil daya inhibisi ketiga ekstrak ini berbeda nyata (p<0,05) dengan daya inhibisi akarbosa 1%.