Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Artikel Penelitian dan Pengabdian

Koleksi otomatis dari Artikel

591 item publik

Publikasi

Halaman 29 dari 30

UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR DAN EKSTRAK ETANOL DAGING DAN KULIT BUAH BLEWAH (Cucumis melo L.)

2018 · Article · Open Access

Kandungan sitrulin yang tinggi dapat berkontribusi terhadap oksidatif stress sebagai penangkap radikal bebas (radical scavenger). Tanaman dari keluarga Cucurbitaceae ditemukan sitrulin dalam jumlah yang tinggi. Salah satunya tanaman keluarga Cucurbitaceae adalah blewah (Cucumis melo L.) Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh aktivitas antioksidan yang paling optimal pada daging dan kulit buah blewah dengan beberapa metode ekstraksi. Metode yang digunakan ialah metode maserasi dengan pelarut etanol dan air, metode digesti dan dekokta hanya dengan pelarut air. Aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan oleh metode maserasi ekstrak etanol kulit blewah (583,19 mg/L). Pada ekstrak air, metode maserasi kulit blewah memberikan aktivitas antioksidan (722,17 mg/L) yang berbeda nyata (P<0,05) dengan metode digesti dan dekokta pelarut air lainnya. Namun aktivitas antioksidan ektrak daging dan kulit blewah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan vitamin C.

UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK PIGMEN KAROTENOID DAN SITRULIN PADA KULIT BUAH BLEWAH (Cucumis melo L.) SECARA IN VITRO (METODE DPPH)

2018 · Article · Open Access

Antioksidan menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas, dan menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya potensi antioksidan pada ekstrak kulit blewah dan pengaruh perbedaan hasil uji pigmen karatenoid dan sitrulin pada ekstrak kulit blewah terhadap tahapan ekstraksi.Kulit blewah dengan perlakuan pengeringan dan tanpa pengeringan diekstrak secara bertahap dengan menggunakan tiga pelarut (petroleum eter-aseton-air). Aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak air dengan perlakuan tanpa pengeringan (667,30 mg/L), yang berbeda nyata (P0,05) dengan pelarut aseton dan petroleum eter (996,65 dan 2368,26 mg/L). Perlakuan dengan pengeringan hanya pada ekstrak petroleum eter (1607,28 mg/L) yang memberikan aktivitas dibandingan dengan aseton dan air (2871 ,54 dan 2290,75 mg/L). Aktivitas antioksidan ektrak kulit blewah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan β-karoten dan vitamin C. Perlakuan tanpa pengeringan menunjukkan ekstrak aseton pigmen karotenoid tertinggi yang ditunjukkan oleh ekstrak aseton (β-karoten 11,32 mg/L, likopen 0,29 mg/100g) dan kadar sitrulin pada ekstrak air (29,91 mg/L). Perbedaan pengaruh perlakuan simplisia dan pelarut pada aktivitas antioksidan dan kadar pigmen karotenoid berbeda nyata (P0,05), sedangkan kadar sitrulin pada perlakuan simplisia tidak berbeda nyata untuk pelarut aseton dan berbeda nyata (P0,05) untuk pelarut petroleum eter dan air.