NIko Rupoko Putro; ROZA DWI SHINTIA; Siti Mariam
2025 · Thesis · Open Access
Dispepsia adalah kondisi yang ditandai dengan adanya rasa nyeri atau tidak nyaman
di wilayah perut bagian atas atau ulu hati. Dispepsia dapat dipicu oleh gaya hidup,
konsumsi makanan, dan faktor psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui perbandingan efektivitas penggunaan obat dispepsia berdasarkan
waktu hilangnya gejala. Jenis penelitian adalah deskriptif observasional dengan
pendekatan cross sectional dengan metode pengambilan data secara prospektif
yang bersumber dari data rekam medis pada 162 pasien yang berobat di Klinik Al-
Barokah Cibinong periode November 2023-Januari 2024. Data yang diambil dari
hasil penelitian ini yaitu data sosiodemografi (jenis kelamin, usia dan pekerjaan),
obat injeksi dispepsia (injeksi omeprazole dan injeksi ranitidine), dan waktu
hilangnya gejala. Dari hasil penelitian ini penyakit dispepsia terbanyak dialami oleh
perempuan 90 pasien (56%), rata-rata usia 26-35 tahun 48 pasien (30%), pekerjaan
yaitu Swasta 65 pasien (40%). Gambaran penggunaan obat dispepsia yang
terbanyak yaitu menggunakan Injeksi Omeprazole yaitu sebanyak 103 pasien
(64%). Waktu hilangnya gejala pada pasien dispepsia yang paling terbanyak yaitu
selama 30 menit sebanyak 65 pasien (40%). Dari hasil uji Mann-Whitney diperoleh
nilai Asym.Sig. 0,000 (<P-Value 0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang
signifikan antara penggunaan obat injeksi omeprazole dan injeksi ranitidine
terhadap waktu hilangnya gejala pada pasien dispepsia di Klinik Al-Barokah
Cibinong.
Febi Ishfahani Lani Nopika; NURUL HIDAYAH TANJUNG
2025 · Thesis · Open Access
Tekanan darah tinggi atau yang biasa dikenal sebagai hipertensi merupakan
peningkatan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dan tekanan darah
sistolik lebih dari 140 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan
minum obat pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode penelitian prosfektif observational. Data yang diambil adalah
data tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan
menggunakan kuesioner HK-LS dan kuesioner MMAS-8. Jumlah populasi
sebanyak 390 dan sampel sebanyak 80 responden berdasarkan teknik purposive
sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian
sosiodemografi pasien penderita hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan
sebanyak 48 responden (60,0%), pendidikan terakhir tamat SMA sebanyak 33
responden (41,3%), usia 56-65 tahun sebanyak 28 responden (35,0%), dan
pekerjaan pasien ibu rumah tangga sebanyak 37 responden (46,3%). Berdasarkan
tingkat pengetahuan terbanyak yaitu kategori baik 37 responden (46,3%), dan
hasil kuesioner tingkat kepatuhan terbanyak kategori rendah 39 responden
(48,8%). Hasil analisis uji korelasi Somers’d didapatkan nilai signifikasi p
value<0,05 (p-value 0,000) artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan
tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan dengan tingkat keeratan hubungan
kuat.
ELIADA ANGELA PANJAITAN; Lani Nopika; Nanang Hermawan
2025 · Thesis · Open Access
TBC (tuberkulosis) adalah penyakit serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri
mycobacterium tubeculosis. Pengobatan tuberkulosis biasanya memerlukan waktu
yang cukup lama, seringkali paling tidak selama enam bulan atau lebih tergantung
seberapa baik pasien patuh terhadap meminum obat. Hasil pengobatan tuberkulosis
paru meliputi sembuh, pengobatan lengkap, gagal, meninggal, putus berobat, dan tidak
evaluasi. dikatakan sembuh apabila pasien tuberkulosis paru dengan hasil pemeriksaan
bakteriologis positif pada awal pengobatan yang hasil pemeriksaan bakteriologis pada
akhri pengobatan menjadi negatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan
tingkat kepatuhan minum obat terhadap hasil pengobatan pasien tuberkulosis paru di
Puskesmas Bogor Timur. Penelitian ini menggunakan cross sectional . Teknik
pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 80
sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner dan rekam medik.
Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji phi cramer’s V.
hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan signifikan antara hubungan tingkat
kepatuhan minum obat terhadap hasil pengobatan pasien tuberkulosis paru di
Puskesmas Bogor Timur dengan nilai signifikan 0,000.
DINI AUDINA GUNAWAN; Karuma Barza Afida; Yulia Yasmin
2025 · Thesis · Open Access
Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi metabolik jangka panjang yang
ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh gangguan
dalam penggunaan insulin, produksi insulin, atau kombinasi keduanya. Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara gaya hidup dan kadar gula darah
pada pasien BPJS Diabetes Mellitus tipe 2 di Apotek Kimia Farma 221 Degung
Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif analitik
dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner.
Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan total 85
responden. Hubungan antara gaya hidup dan kadar gula darah dianalisis
menggunakan korelasi Somers’d dengan bantuan SPSS versi 26.
Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 35-45
tahun (35,30%), dengan jenis kelamin perempuan mendominasi (55,30%),
pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA/sederajat (41,20%), dan mayoritas
bekerja sebagai ibu rumah tangga (36,50%). Dari segi gaya hidup, 48,20%
responden memiliki gaya hidup yang baik, sementara kadar gula darah sewaktu
responden sebagian besar berada dalam rentang normal (47,06%). Uji statistik
Somers’d menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001, yang lebih kecil dari 0,05,
menandakan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dan kadar gula darah
pada pasien DM tipe 2. Koefisien Somers’d sebesar 0,575 menunjukkan bahwa
hubungan tersebut memiliki tingkat keeratan sedang.
Febi Ishfahani; IWANG RIDWAN; Nanang Hermawan
2025 · Thesis · Open Access
Swamedikasi menurut World Health Organization (WHO), adalah
pemilihan dan penggunaan obat-obatan oleh seseorang untuk mengobati penyakit
atau gejala yang dikenali sendiri. Parasetamol merupakan obat analgetik non-
narkotik dengan cara menghambat sintesis prostaglandin, terutama di sistem syaraf
pusat (SSP). Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta
sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat
pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol. Metode yang digunakan
dalam penelitian yaitu metode penelitian dengan cross-sectional, yang dilakukan
secara prospektif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang
sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian diperoleh mayoritas
responden adalah wanita (51,59%). Kategori remaja akhir (17-25 tahun) sebanyak
63,69%. Pekerjaan terbanyak adalah mahasiswa/pelajar, (42,68%). Pendidikan
terbanyak SMA (45,86%). Adapun tingkat pengetahuan terbanyak adalah tinggi
(49,68%) dan perilaku swamedikasi parasetamol tebanyak perilaku yang baik
(42,68%) dalam swamedikasi parasetamol. Hasil dari uji Chi-square menujukan
terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku
swamedikasi parasetamol di RT 01 RW 03 Desa Jabon Mekar Kabupaten Bogor
dengan hasil p value sebesar 0,000 (<0,005).
DEFI SANTIKA; Euis Pujasari Hardjadipura; Siti Mariam
2025 · Thesis · Open Access
Pneumonia adalah infeksi akut atau inflamasi pada jaringan paru-paru yang
diakibatkan oleh bermacam mikroorganisme, antara lain bakteri, virus, parasit,
jamur, paparan bahan kimia, atau kerusakan fisik paru-paru. Metode Gyssens
dipakai untuk mengevaluasi rasionalitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk
menilai penggunaan antibiotik pada pasien yang dirawat di rumah sakit.
Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan retrospektif, dari
data sekunder berupa rekam medis pasien. Dari hasil penelitian pasien pneumonia
yang di rawat di RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor Periode Agustus 2022-
Agustus 2023 sebanyak 87 pasien. Hasil penelitian memperlihatkan pasien
pneumonia paling tinggi dialami oleh Laki-laki sebanyak 50 pasien dengan
persentase (57,47%), kelompok usia terbanyak lansia awal 46-60 tahun sebanyak
24 pasien dengan persentase (27,60%). Profil penggunaan antibiotik pasien
pneumonia yang digunakan di rawat inap Ceftriaxone (54,02%), Levofloxacine
(32,18%), dan Azithromycin (13,79%). Ketepatan penggunaan antibiotik pasien
pneumonia rawat inap dengan memakai metode Gyssens, yang termasuk kategori
IIIa (durasi pemberian terlalu lama) (5,75%), kategori IIIb (durasi pemberian
terlalu singkat) (4,60%), kategori IIa (Dosis tidak tepat) (4,60%) dan kategori 0
(penggunaan antibiotik tepat atau rasional) (89,65%).
ANGGIE PUJI LESTARI; Euis Pujasari Hardjadipura; Fredy Arifta Nasel
2025 · Thesis · Open Access
Skizofrenia adalah penyakit gangguan jiwa berat dapat mempengaruhi pikiran,
perasaan, dan perilaku individu dengan gejala positif dan negatif. Obat yang diberikan
dapat berupa obat tunggal maupun kombinasi. Penggunaan kombinasi obat antipsikotik
dalam pengobatan skizofrenia meningkatkan potensi interaksi obat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis kelamin dan usia, penggunaan kombinasi
obat, kejadian interaksi, tingkat keparahan dan mekanisme potensi interaksi. Penelitian
dilakukan di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor pada bulan November 2023
– Mei 2024. Sampel penelitian yang digunakan adalah rekam medis pasien skizofrenia
yang masuk ke dalam kriteria inklusi berupa pasien rawat inap skizofrenia, menerima obat
antipsikotik, berusia 20-60 tahun. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan
Microsoft Excel. Hasil penelitian dari 49 sampel menunjukkan bahwa pasien skizofrenia
terbanyak merupakan pasien laki-laki 38 pasien (77%), dan rentang usia terbanyak di 26-
35 tahun yaitu 19 pasien (39%). Pemberian antipsikotik sejumlah 6 pasien (12%)
mendapatkan kombinasi 2 obat, 27 pasien (55%) dengan kombinasi 3 obat, dan 16 pasien
(33%) sisanya mendapatkan kombinasi 4 obat. Ditemukan seluruhnya berpotensi
mengalami kejadian interaksi obat sejumlah 153 kejadian (100%). Mekanisme potensi
interaksi obat yang ditemukan sebanyak 24 (14%) potensi kejadian farmakokinetik dan
129 (86%) potensi kejadian farmakodinamik. Tingkat keparahan potensi interaksi
sebanyak 19 (12%) termasuk ke dalam kategori mayor dan 134 (88%) kejadian berpotensi
memiliki interaksi moderat.
MUHAMAD FAHMI AZRA; Rakhmat Ramdhani Alwie; Sofyan Ramani
2025 · Thesis · Open Access
Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal
dari makanan hewani. Kolesterol membantu tubuh memproduksi hormon
tertentu, vitamin D, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Dalam kadar yang
sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi
dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan
pembuluh darah (aterosklerosis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kandungan metabolit sekunder dan aktivitasnya pada ekstrak etanol 96% herba
seledri (Apium graveolens) dan daun salam (Syzygium polyanthum) baik tunggal
maupun kombinasi. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian
antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode
spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 670 nm Absorbansi yang
diperoleh digunakan untuk menghitung persen inhibisi dan IC50. Kandungan
fitokimia ekstrak etanol herba seledri alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan
fenol. Sedangkan untuk ekstrak etanol daun salam antara lain alkaloid,
flavonoid, saponin, steroid, tanin dan fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari
nilai IC50 ekstrak Tunggal herba seledri sebesar 58,38 ppm dan daun salam
sebesar 99,61 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:3, dan 3:1 ekstrak etanol
tanaman seledri dan daun salam diperoleh nilai IC50 sebesar 78,35 ppm, 140,76
ppm dan 190,57 ppm.
Euis Pujasari Hardjadipura; LOLA DWI AYU AGUS PUTERI; Siti Mariam
2025 · Thesis · Open Access
Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain
yang diberikan bersamaan dan mempengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan
atau menurunkan efeknya. Pasien skizofrenia menggunakan obat dalam jangka
panjang sehingga ketika terjadi penyakit lain terdapat tambahan obat lain yang
berpotensi menyebabkan peluang terjadinya interaksi obat semakin tinggi. Yang
dapat memperberat efek samping, dan meningkatkan atau menurunkan efektivitas
pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya potensi interaksi
obat pada pasien skizofrenia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan metode
pengambilan sampel secara total sampling berdasarkan data rekam medis dari 108
pasien memenuhi kriteria iklusi dan ekslusi. Hasil ini menunjukan penderita
penyakit skizofrenia terbanyak yaitu pria (51%) dengan usia terbanyak 36-45 tahun
(29%). Penyakit penyerta paling banyak yaitu hipertensi (87,96%). Penggunaan
obat skizofrenia golonggan tunggal (27%), dua obat kombinasi (62%), dan tiga obat
kombinasi (11%). Obat golongan tipikal terbanyak yaitu obat Haloperidol (56,48%)
dan obat golongan atipikal terbanyak yaitu Risperidone (35%). Penggunaan obat
selain skizofrenia terbanyak yaitu golongan obat CCB (Calcium Channel Blockers)
(amlodipine) (49%). Terdapat 48 potensi interaksi obat dengan mekanisme interaksi
terbanyak yaitu interaksi farmakodinamik (77%) dan level keparahan major (70%).
Lani Nopika; PUTRI AZHRI NURAINI; Silvi Nurafni
2025 · Thesis · Open Access
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang berlangsung sampai
dengan 14 hari yang bersifat kompleks dan heterogen yang disebabkan oleh
berbagai penyebab dan dapat mengenai sepanjang saluran pernafasan. Laporan
Tahunan Puskesmas Kedung Badak Tahun 2021 menunjukan ISPA merupakan
penyakit yang paling banyak. Pengobatan ISPA sering kali menggunakan antibiotik
sehingga memerlukan evaluasi ketepatan pada penggunaan antibiotik untuk ISPA.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik
pada pasien ISPA di Puskemas Kedung Badak pada tahun 2021. Penelitian ini
dilakukan secara retsrospektif dengan berdasarkan Rekam medis pasien tahun
2021. Hasil Penelitian menunjukan bahwa profil pasien ISPA anak bagian atas di
Puskesmas Kedung Badak tahun 2021 berdasarkan karakteristik jenis kelamin
terbanyak kategori laki – laki (56%), karakteristik usia terbanyak kategori 0-5
tahun (64%) dan kategori berat badan terbanyak kategori 10 – 15kg (45%).
Antibiotik yang digunakan adalah Amoxicillin syrup 125 mg/5 ml (100%). Hasil
evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik ISPA anak bagian atas diketahui tepat
indikasi (64%), tepat dosis (67%), tepat frekuensi pemberian (100%), dan tepat
lama pemberian (8%).
Antonius Padua Ratu; LUSI KUSMAWATI; Triyani Sumiati
2025 · Thesis · Open Access
Febi Ishfahani; Firsa Novellasari; RETNO SHAFITRI
2025 · Thesis · Open Access
Talasemia adalah kelainan darah genetik atau diturunkan, dimana kemampuan
tubuh untuk menghasilkan hemoglobin terganggu. Kurangnya pengetahuan orang
tua talasemia mengenai pentingnya kelasi besi dapat mengakibatkan pasien kurang
patuh dalam penggunaan obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan
Tingkat Pengetahuan Orang Tua Terhadap Kepatuhan Minum Obat Kelasi Besi
Pada Pasien Talasemia Di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini
menggunakan data kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data diambil
secara prospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan
jumlah 48 responden dan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner.
Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin responden laki-laki dan perempuan
memiliki jumlah yang sama yaitu 24 responden (50%), usia 5-6 tahun 26 responden
(54,2%), pendidikan SD 24 responden (50%), lama menderita talasemia 25
responden (52,08%) dengan tingkat pengetahuan baik 43 responden (89,6%),
kepatuhan tinggi sebanyak 27 responden (56,3%). Nilai signifikasi yang didapat
sebesar 0,021 < 0,05 yang menunjukan ada hubungan yang signifikan antara tingkat
pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat kelasi besi pada pasien
talasemia di RSUD Sekarwangi.
AMELIA KUSUMASARI; Sitaresmi Yuningtyas; Siti Mariam
2025 · Thesis · Open Access
Kombucha merupakan suatu produk minuman hasil fermentasi larutan teh dan
gula dengan menambahkan starter mikroba kombucha yaitu Acetobacter xylinum
dan beberapa jenis khamir atau jamur kombucha. Penelitian ini untuk menentukan
aktivitas kombucha daun salam terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia
coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini akan membuat kombucha daun
salam dengan variasi konsentrasi daun salam. Kombucha daun salam yang
diperoleh akan diuji komponen golongan senyawa kimia, pH, dan aktivitas
antibakteri dengan metode difusi cakram. Kombucha daun salam mengandung
flavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun salam 1,25%-5% memiliki kisaran
pH 2,90-3,17. Kombucha daun salam konsentrasi 1,25% - 5% memiliki kisaran
diameter zona hambat antara 5,51 mm (kategori sedang) - 8,81 mm (kategori
sedang) terhadap Escherichia coli. Diameter zona hambat kombucha daun salam
konsentrasi 1,25% - 5% terhadap Staphylococcus aureus berkisar 4,97 (kategori
lemah) -7,25 mm (kategori sedang). Oleh sebab itu, kombucha daun salam dengan
konsentrasi 1,25%, 2,5%, 3,75%, dan 5% (b/v) dapat menghambat pertumbuhan
Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
Andi Ahriansyah; NITA RIZKIYANI; Siti Mariam
2025 · Thesis · Open Access
Hipertensi merupakan kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah dalam jangka
waktu yang lama, yang dapat menyebabka] n kematian. Pada penyakit hipertensi
membutuhkan pengobatan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko terjadinya
interaksi obat hipertensi dengan obat penyakit penyerta yang diderita pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat interaksi obat hipertensi di Klinik Gema
Medical Center Cicurug periode bulan Januari – Maret 2023. Jenis penelitian ini
merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data dilakukan
secara retrospektif terhadap data sekunder rekam medis pasien yang dipilih secara
total sampling. Hasil penelitian terhadap 84 pasien menunjukan, sebagian besar
pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 53 pasien (63,09%) dengan rentang
usia 46 – 55 tahun sebanyak 36 pasien (42,85%). Penyakit penyerta terbanyak yang
diderita adalah Myalgia sebanyak 44 pasien (27,16%). Sebanyak 47 pasien
(55,95%) mendapatkan 4 obat dengan obat hipertensi paling banyak diresepkan
yaitu amlodipin sebanyak 77 pasien (94%). Obat penyakit penyerta yang paling
banyak diresepkan adalah paracetamol sebanyak 37 pasien (15%). Obat yang
berpotensi terjadi interaksi paling banyak yaitu amlodipin dengan ibuprofen
sebanyak 24 pasien (30,76%). Kejadian interaksi obat yang terjadi pada pasien,
yaitu amlodipine dengan ibuprofen sebanyak 7 kasus (18%), amlodipin dengan
asam mefenamat sebanyak 6 kasus (16%), amlodipin dengan meloxicam sebanyak
4 kasus (22%), amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 1 kasus (21%) dan
amlodipin dengan captropil sebanyak 1 kasus (30%). Kejadian interaksi obat yang
terjadi secara farmakodinamik dengan level keparahan moderat.
Adelia; Rakhmat Ramdhani; Silvi Nurafni
2025 · Thesis · Open Access
Daun binahong dan daun sirsak telah digunakan oleh masyarakat sebagai
obat tradisional yang bermanfaat membantu pengobatan penyakit sepeti demam,
antiinflamasi dan kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui toksisitas,
mendapatkan nilai LC50 dari ekstrak etanol 96% daun binahong dan daun sirsak
serta kombinasinya, dengan menggunakan metode Zebra Fish Embryo Test
(ZFET) dan uji Skrining fitokimia untuk mengetahui adanya senyawa aktif
alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Pada hasil uji
skrining fitokimia menunjukkan daun binahong mengandung senyawa aktif
seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin, sedangkan pada daun sirsak
memiliki senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan tanin. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun binahong mempunyai
nilai LC50 sebesar 328,144 ppm dengan kategori toksik sedang, pada ekstrak
etanol 96% daun sirsak mempunyai nilai LC50 sebesar 0,0050 ppm kategori
sangat toksik dan nilai LC50 untuk kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong
dan daun sirsak menggunakan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 diperoleh nilai
LC50 berturut-turut sebesar 4,0891 ppm, 3,4561 ppm dan 82,2403 ppm dengan
kategori sangat toksik. Berdasarkan pada penelitian ini dapat disimpulkan
bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai anti kanker.
Anggraeni Dwi W; Ferry Effendi; Rina Karina
2025 · Thesis · Open Access
Preeklampsia adalah Hipertensi dalam kehamilan yang terjadi diatas 20 minggu
usia kehamilan dan disertai dengan adanya protein dalam urin (proteinuria).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien berdasarkan
pada usia pasien, usia kehamilan, hasil laboratorium protein dalam urin
(proteinuria), status gravida, dan lama rawat. Penelitian ini dilakukan dengan
mengambil data secara retrospektif, sampel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah 57 sampel. Hasil penelitian didapatkan data sosiodemografi berdasarkan
usia pasien terbanyak adalah usia 26 – 35 tahun sebanyak 27 pasien (47%), usia
kehamilan terbanyak pada usia kehamilan trimester 3 sebanyak 55 pasien (96%),
hasil pemeriksaan laboratorium protein urin terbanyak adalah positif 1 atau
dipstick 1 + sebanyak 50 pasien (89 %), status gravida terbanyak adalah
multigravida sebanyak 43 pasien (75%), jumlah hari perawatan terbanyak yaitu 3-
4 hari sebanyak 95%. Penggunaan obat antihipertensi terbanyak adalah kombinasi
3 obat ( Metildopa + MgSO4 + Nifedipin) sebanyak 36 pasien (36%). Obat
antihipertensi yang memiliki efektivitas tertinggi yaitu kombinasi 4 obat
(Metildopa + MgSO4 + Nifedipin + Nikardipin) karena mampu menurunkan
tekanan darah sistolik dengan rata-rata sebesar 54 mmHg dan tekanan darah
diastolik dengan rata-rata sebesar 14 mmHg. Perbedaan efektivitas obat
antihipertensi berdasarkan SPSS terdapat perbedaan untuk penurunan tekanan
darah sistolik sig 0,000. Hal ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan untuk penurunan tekanan darah sistolik dan tidak ada perbedaan yang
signifikan terhadap penurunan tekanan darah diastol karena hasil SPSS penurunan
tekanan diastolik sig 0,171.
Muhammad Afqary; RINTAN AJENG PRATIWI; Siti Rubiah
2025 · Thesis · Open Access
Tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Hingga saat ini tifoid masih menjadi masalah kesehatan di Negara-negara tropis termasuk Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan menimbulkan dampak negatif seperti masalah resistensi dan potensi terjadinya kejadian efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan antibiotik seftriakson pada pasien tifoid dewasa di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan di analisis secara deskriptif dengan data sekunder dari rekam medis pasien. Dari sampel 86 pasien dewasa tifoid menunjukkan bahwa pasien laki-laki sebesar 28% dan perempuan sebesar 72%, jumlah pasien tertinggi berada pada rentang usia 17-25 tahun sebesar 30%. Efektifitas seftriakson dilihat dari lama perawatan 1-3 hari sebesar 87% berdasarkan dua parameter penurunan suhu tubuh dan penurunan kadar leukosit. Kesimpulan yang diperoleh penggunaan antibiotik seftriakson pada tifoid dewasa di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak sudah efektif.
Muhammad Afqary; SANDI SOPYAN; Yunia Kartika
2025 · Thesis · Open Access
Obat-obatan merupakan salah satu factor terpenting sebagai penunjang pelayanan kesehatan
pada pasien di Puskesmas, oleh karena itu jika terjadi permasalahan pada persediaan
perbekalan farmasi akan mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambatan pengelompokan obat berdasarkan ABC nilai
pemakaian, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks kritis. Desain penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan
penggunaan obat di tahun 2020 serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam
penelitian ini menggunakan metode total sampling sebanyak 66 item obat. Hasil dari penelitian
ini adalah nilai kelompok A terdapat 16 item dengan total pemakaian 61.214, kelompok B
terdapat 15 item dengan total pemakaian 11.467, dan kelompok C terdapat 36 item dengan total
pemakaian 4.475, pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp 23.352.841, kelompok B
total investasi Rp 4.326.020, dan kelompok C total investasi Rp 1.590.313, pada nilai kritis
kelompok A sebanyak 17 item, kelompok B sebanyak 40 item, dan kelompok C sebanyak 9
item, dan berdasarkan analisis ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 13 item
(19,70%), kelompok B terdapat 42 item (63,63%), dan kelompok C terdapat 11 item (16,67%).
DEVI MIALANI TARIHORAN; Ferry Effendi; Lilik Sulastri
2025 · Thesis · Open Access
Beberapa orang mulai memilih tanaman herbal sebagai obat alternatif karena
adanya anggapan bahwa obat alami memiliki efek samping yang rendah.
Pemanfaatan tanaman tradisional seperti daun bisbul dapat berpotensi sebagai
obat penurun tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh
ekstrak etanol daun bisbul (Diospyros discolor Willd.) terhadap tekanan darah.
Simplisia daun bisbul diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol
70% dan dilakukan uji tidak langsung (non-invasive blood preassure). Daun
bisbul mengandung senyawa flavonoid, dimana senyawa ini memiliki
kemampuan untuk mengatasi hipertensi. Terdapat lima kelompok uji yang terdiri
dari lima ekor tikus jantan Sprague dawley yaitu kelompok kontrol positif
kaptopril 25 mg/kgBB, kontrol negatif aquadest, dan tiga kelompok perlakuan
ekstrak dengan dosis 250, 500 dan 750 mg/kg BB. Persentase penurunan tekanan
darah pada tikus jantan dengan ekstrak etanol 70% sebanyak 30,51% (± 2,95).
Tekanan darah setiap kelompok dibandingkan secara statistik menggunakan
analisis one-way ANOVA dengan ketentuan tingkat kepercayaan 95% dengan
taraf a 0,01. Hasil dari variasi ketiga dosis tidak memiliki pengaruh yang
bermakna terhadap penurunan tikus model hipertensi yang diinduksi NaCl 8%
(p=0,850;p=0,924).
Nanang Hermawan; PUTRI SITI AISAH; Siti Mariam
2025 · Thesis · Open Access
Swamedikasi adalah praktik dimana individu mengobati diri sendiri tanpa perlu
bantuan atau resep dokter. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi
keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat. Analgesik
antipiretik adalah jenis obat yang memiliki dua fungsi utama yaitu analgesik untuk
meredakan rasa sakit dan antipiretik untuk menurunkan demam. Pengetahuan
menjadi dominan paling penting untuk terbentuknya perilaku seseorang, maka dari
itu perilaku yang didasari dengan pengetahuan akan bertahan lama dibandingkan
perilaku yang tidak didasari ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkat pengetahuan, perilaku, dan
hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat Kelurahan Gunung
Batu Kecamatan Bogor Barat pada bulan Oktober tahun 2022. Pendekatan dalam
penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif observasional menggunakan data
prospektif berdasarkan kuisioner. Sosiodemografi di dominasi 58,76% oleh
perempuan, 38,94% usia 26-35 tahun, 49,15% pendidikan SMA, dan 37,29%
pekerjaan IRT. Tingkat pengetahuan swamedikasi termasuk dalam kategori baik
dengan persentase sebesar 59,66%, kategori cukup dengan persentase sebesar
32,95%, dan kategori kurang dengan persentase sebesar 7,39%. Perilaku
swamedikasi termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 48,30%,
kategori cukup dengan persentase sebesar 28,98%, dan kategori kurang dengan
persentase sebesar 23,30%. Hasil analisis Spearman Rho menunjukan bahwa nilai
sig 0,00 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel
tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi dengan korelasi sebesar 0,570
dimana hasil ini memiliki hubungan dengan kategori sedang.