ELMA ROHMANINGSIH PRATIWI; Febi Isfahani; Irmin
2021 · Thesis · Open Access
Prolanis adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif
yang dilaksanakan secara integrasi melibatkan peserta, Fasilitas kesehatan dan
badan penyelenggaraan jaminan sosial (BPJS). Berdasarkan data dari
pembiayaan penyakit kronis paska pensiun yang dikeluarkan BPJS kesehatan
terbesar adalah biaya Hipertensi dan Diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan oleh pasien prolanis
Klinik Insani Citeurep, mengetahui sosiodemografi pasien dan terapi obat
pasien prolanis. Penelitian dilakukan dengan metode deskripstif dengn
mengambil data resep secara retrospektif pada bulan Juli-september 2020.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profil usia pasien prolanis yang paling
banyak adalah usia 45-61 tahun sebanyak 53%, Jenis Kelamin pada terbanyak
terdapat pada perempuan sebanyak 83.3%, Untuk pendidikan terakhir paling
banyak adalah tamatan SMA sebanyak 53.60% ,dan untuk Pekerjaan yang
paling banyak adalah sebagai ibu rumah tangga sebanyak 83.3%. Profil obat
terbanyak pada pasien hipertensi adalah golongan obat Beta Blocker yaitu
Bisoprolol , untuk pasien diabetes golongan obat terbanyak adalah Biguanid
yaitu metformin, untuk pasien CAD golongan obat tebanyak adalah Beta
bloker yaitu bisoprolol , dan untuk pasien asam urat yang terbanyak adalah
golongan obat xanthine oxidase yaitu allopurinol. Total biaya medik langsung
pada bulan juli sebanyak Rp. 1.087.802, pada bulan Agustus Rp.730.955
sedangkan pada bulan September adalah sebanyak Rp.482.760 . Dan untuk
total keseluruhannya biaya medik langsung pada pasien prolanis yaitu
sebanyak Rp. Rp. 2.301.535 , Sedangkan untuk biaya medik tidak langsung
pasien prolanis pada bulan Juli sebesar Rp.102.000, bulan Agustus Rp.85.000
dan pada bulan September yaitu Rp.80.000 dan untuk total biaya medik tidak
langsung yaitu sebanyak Rp. 267.000
Harry Noviardi; Herson Cahaya Himawan; MUHAMMAD TJANDRA WIDJAYA
2021 · Thesis · Open Access
Kulit petai dan kulit jengkol merupakan tumbuhan suku Leguminosae atau
polong polongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid,
flavonoid saponin, tanin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut diduga
berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi
antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas
masing masing ekstrak dan kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol. Maserasi
dan rotary evaporator adalah proses ekstraksi penelitian ini. Metode Brine
Shrimp Lethaly Test ( BSLT ) digunakan sebagai penetapan uji toksisitas dengan
hewan uji Artemia salina Leach pada ekstrak kulit petai dan kulit jengkol. LC50
(Lethality Concentration ) diukur sebagai parameter yang digunakan . Nilai LC50
diperoleh sebesar 68,706 ppm dari ekstrak tunggal kulit petai, 32,583 ppm dari
ekstrak tunggal kulit jengkol. Dan diperoleh 56,623 ppm kombinasi kulit petai
dan kulit jengkol 1:1 dan 35,645 ppm kombinasi kulit petai dan kulit jengkol 1:2.
Hasil penelitian ini menunjukan masing masing ekstrak tunggal maupun
kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol termasuk dalam katagori sangat
toksik. Dapat disimpulkan keempat sampel memiliki potensi sebagai antikanker.
Achmad Fauzi Isa; SITI RUMSIAH; Triyani Sumiati
2021 · Thesis · Open Access
Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya
peradangan yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus
aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirih hijau (Piper betle Linn)
mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas
antibakteri dari ekstrak dan sediaan salep ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper
betle Linn) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan mengevaluasi mutu fisik
sediaan salep. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan salep
menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% kontrol
negatif basis tanpa ekstrak dan kontrol positif tetrasiklin. Parameter uji mutu fisik
sediaan salep ekstrak daun sirih meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya
sebar dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ekstrak dan sedian salep memiliki
aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Zona hambat
ekstrak konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 12,06 mm; 13,46 mm
dan 15,2 mm termasuk kategori kuat. Zona hambat sediaan salep konsentrasi
2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 10,63 mm; 12,2 mm; 14,1 mm kategori
kuat. Uji mutu fisik sediaan salep pada 2%, 4% dan 6% memenuhi persyaratan
mutu fisik sediaan yang baik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar
dan viskositas.
Antonius Padua Ratu; HUSNA FITRIANI; Nanang Hermawan
2021 · Thesis · Open Access
Buah carica (Vasconcellea pubescens A.DC) merupakan buah yang memiliki
khasiat sebagai antioksidan. Berdasarkan hasil yang didapat dari uji fitokimia pada
buah carica memiliki kandungan senyawa flavonoid, tanin, terpenoid, alkaloid dan
saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan buah carica,
membuat sediaan body lotion ekstrak buah carica kemudian diuji aktivitas
antioksidan dengan metode peredaman menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-
picrylhydrazyl1) dan diukur serapannya menggunakan alat spektrofotometri UV-
Vis pada panjang gelombang 517 nm. Kemudian diuji stabilitas pada suhu 4°C,
40°C dan 27°C. Sediaan body lotion dilakukan evaluasi dan stabilitas organoleptis,
pH, viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lengket, tipe emulsi,
pemisahan fase. Hasil organoleptis, pH, viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar,
uji daya lengket, tipe emulsi, dan pemisahan fase memenuhi persyaratan sesuai
standar yang ditetapkan. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak buah carica memiliki
aktivitas yang sangat kuat yaitu sebesar 30,753 μg/mL dan aktivitas antioksidan
sediaan body lotion ekstrak buah carica dengan konsentrasi 0,3%, 1,5%, dan 3%
memiliki aktivitas yang sangat kuat yaitu sebesar 7,035 μg/mL, 10,534 μg/mL dan,
20,730 μg/mL.
AYU RIZKI YUNIAR; Febi Ishfahani; Yunia Kartika
2021 · Thesis · Open Access
Latar Belakang: Kepatuhan minum obat dipengaruhi oleh banyak faktor,
dimana salah satu faktornya adalah dukungan keluarga. Keluarga merupakan
pendukung utama yang memberi perawatan langsung pada setiap keadaan pasien,
baik sakit maupun sehat. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses
penyembuhan pasien, khususnya pasien dengan gangguan jiwa, karena pada
umumnya pasien gangguan jiwa belum mampu mengatur dan mengetahui jadwal
dan jenis obat yang akan diminum. Keluarga harus selalu membimbing dan
mengarahkan agar pasien gangguan jiwa dapat minum obat dengan benar dan
teratur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di
Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Metode: Desain penelitian ini adalah
korelasi dengan pendekatan cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah
pasien skizofrenia dengan keluarga pasien di Puskesmas Kemang Kabupaten
Bogor dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Convenience sampling,
dengan jumlah responden 57 sampel. Metode pengumpulan data menggunakan
data kuesioner. Penelitian ini telah dilakukan uji statistik Chi-Square dengan
tingkat kemaknaan α = 0,05 dan didapatkan p-value 0,000 yang berarti p-value <
0,05 sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan: yaitu ada hubungan antara
dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di
Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Saran: Perlunya kesadaran akan pemberian
dukungan dari keluarga, dukungan yang baik sangat berpengaruh terdahap
kesembuhan dan kepatuhan pasien dalam minum obat
Achmad Fauzi Isa; Lilik Sulastri; NENENG HAERUNISA
2021 · Thesis · Open Access
Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H.Rob)) dan Daun Stevia
(Stevia rebaudiana (Bertoni)) diketahui mengandung flavonoid, fenol, tanin
berfungsi sebagai antioksidan, senyawa antioksidan dapat menangkal radikal
bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder,
menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% daun yakon dan ekstrak
etanol 96% stevia serta kombinasinya, mengetahui kandungan total fenol dan
flavonoidnya. Ekstrak etanol 96% daun yakon, daun stevia diperoleh melalui
metode maserasi kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan
tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:1, 1:2, 2:1 dengan deret
konsentrasi 10, 20, 40, 60, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan
menggunakan pereaksi DPPH (100 ppm) diukur pada panjang gelombang 516,0
nm. Ekstrak daun yakon dan daun stevia mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik,
saponin, triterpenoid dan steroid, tannin, quinon. Ekstrak daun yakon memiliki
aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 (50 ppm) lebih baik dari daun stevia
dengan nilai IC50 (80 ppm), kombinasi terbaik terdapat pada perbandingan 2:1
dengan nilai IC50 (49 ppm) sedangkan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar (78 ppm),
1:2 nilai IC50 sebesar (69 ppm). Total fenol ekstrak daun yakon 10,831 mg
GAE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia 7,996 mg GAE/gram ekstrak. Total
flavonoid ekstrak daun yakon 8,432 mg QE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia
8,193 mg QE/gram ekstrak. Hal ini berbanding lurus dengan penelitian yang
dilakukan dimana semakin tinggi nilai total fenol maka semakin baik aktivitas
antioksidan.
Harry Noviardi; POPY AUDINA OCTAVIANI; Sofyan Ramani
2021 · Thesis · Open Access
Daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill)
merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, tanin,
saponin, dan steroid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui daya hambat ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat serta
kombinasi keduanya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri
dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak tunggal daun jambu
biji dan daun alpukat dibuat ke dalam konsentrasi 10%, 30% dan 50%. Kemudian hasil
terbaiknya dibuat kombinasi dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 yang selanjutnya
di uji aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasilnya menunjukan
bahwa pada daun jambu biji dan daun alpukat menunjukan aktivitas terbaiknya pada
konsentrasi 50% dengan diameter daya hambat sebesar 16,7 mm dan 18,59 mm yang
termasuk kedalam kategori kuat. Selanjutnya dari konsentrasi 50% tersebut dibuat
perbandingan, hasil perbandingan terbaik yaitu pada perbandingan 1:2 (daun jambu biji
: daun alpukat) yang memberikan efek sinergis dengan diameter daya hambat sebesar
20 mm yang termasuk kategori antibakteri kuat
Eem Masaenah; HILDA FAHIRA MALIHATUNNISA; Inawati
2021 · Thesis · Open Access
Tabir surya merupakan zat yang mengandung bahan pelindung kulit
terhadap sinar UV. Tabir surya alami dapat berasal dari tanaman yang banyak
mengandung senyawa fenolik. Daun alpukat (Persea americana Mill.) dan daun
sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa antioksidan golongan
flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Sun Protection Factor
(SPF) dari ekstrak etanol 70% daun alpukat dan daun sirsak secara tunggal
maupun kombinasi dengan metode spektrofotometri. Ekstrak tunggal maupun
kombinasi dibuat konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, dan 250
ppm. Perbandingan kombinasi ekstrak daun alpukat dan daun sirsak dibuat 1:1,
1:2, dan 2:1. Hasil penelitian nilai SPF ekstrak daun alpukat dan daun sirsak
pada 5 konsentrasi tersebut termasuk kategori perlindungan minimal. Nilai SPF
tertinggi konsentrasi 250 ppm untuk ekstrak daun alpukat dan daun sirsak sebesar
2,4375 dan 7,7812. Kombinasi dengan perbandingan 1:2 mempunyai aktivitas
tabir surya paling tinggi, konsentrasi 250 ppm dengan nilai SPF 19,873 termasuk
kategori perlindungan sedang.
Fredy Arifta Nasel; RANI AFRIANI; Restu Permatasari
2021 · Thesis · Open Access
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Kepatuhan pengobatan tuberkulosis berlangsung
cukup lama dan memerlukan tingkat kepatuhan tinggi untuk mencegah resistensi.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan dalam pengobatan adalah
faktor predisposing meliputi sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan,
pekerjaan), pengetahuan, dan sikap. Faktor enabling meliputi ketersediaan sarana
atau fasilitas kesehatan dan faktor reinfactoring yaitu dukungan keluarga dan peran
PMO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
faktor predisposing dan faktor reinfactoring terhadap kepatuhan dalam
pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan
pendekatan cross-sectional. Dalam penelitian ini 67 sampel ditentukan dengan
metode purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner.
Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa variabel faktor predisposing dan faktor reinfactoring dengan
kepatuhan dalam pengobatan TB paru dengan nilai (p-value < 0,05) adalah
ditunjukan tidak berhubungan dengan pengetahuan (p value = 0,514), sikap
responden (p value = 0,233), motivasi keluarga (p value = 0,117), dan peran PMO
(p value =0,077).
Febi Ishfahani; MOHAMAD FAUZI ILYASA; Silvi Nurafni
2021 · Thesis · Open Access
Ketergantungan dan penyalahgunaan Napza bukan merupakan masalah baru di
Indonesia. Diperkirakan di Indonesia terdapat peningkatan jumlah
penyalahgunaan Napza dari tahun ke tahun. Beberapa ilmuwan menganggap ganja
sebagai Gateway Drugs, dimana konsumsinya membuka kesempatan bagi
kemungkinan memakai zat-zat psikotropika atau narkotika yang lebih berbahaya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Mengetahui hubungan tingkat
penggunaan ganja terhadap penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek.
penelitian ini bersifat Prosfektif Non Eksperimental dengan pengambilan data
menggunakan kuisioner CUDIT-R dan DAST-10. Penelitian ini dilakukan pada
60 responden pengguna ganja dan penyalahgunaan napza jenis lain di
Jabodetabek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Snowball
Sampling. Hubungan tingkat pengguna ganja terhadap penyalahgunaan napza
jenis lain dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan
Tingkat penyalahgunaan ganja Cannabis Use sebanyak (83,33%), dan tingkat
Cannabise Use Disorder sebanyak 16,67%. Tingkat penyalahgunaan napza jenis
lain tingkat sedang sebanyak (78,33%), dan tingkat Subtansial sebanyak
(21,67%). Hasil uji statistic (Chi-Square) nilai P Value = 0,123 > (0,05), hasil
tersebut menujukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat
pengguna ganja dengan tingkat penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek.
Dian Ekasari; Ferry Effendi; MUHAMMAD TAUFIK RACHMAN
2021 · Thesis · Open Access
Drug Related Problems (DRP’s) merupakan kejadian yang tidak
diinginkan yang menimpa penderita dengan terapi obat. Dalam pemberian terapi
obat kepada penderita seorang farmasis diharapkan dapat mengidentifikasi
masalah-masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat DRP’s baik yang telah
terjadi atau berpotensi terjadi. Identifikasi DRP’s dalam pengobatan penting
dalam rangka mengurangi kematian serta biaya terapi. Beberapa jenis masalah
yang berhubungan dengan obat yaitu adanya penyakit yang tidak terobati, adanya
obat yang tidak memiliki indikasi, adanya obat dengan dosis yang tidak tepat,
penggunaan obat yang tidak tepat waktu, dan terjadi Advere Drug Reaction
(ADR) seperti efek samping, keracunan, reaksi alergi makanan. Telah dilakukan
penelitian pada Penderita Pasien Kanker Payudara yang menjalani Kemoterapi Di
RSUD Kota Bogor yang bertujuan untuk mengevaluasi ada atau tidaknya kejadian
DRP’s, penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan kejadian DRP’s yang
dievaluasi sebanyak 100 pasien yang memenuhi kategori inklusi. Hasil evaluasi
menunjukan 40 kasus yang meliputi diantaranya DRP’s terbanyak terjadi pada
kasus interaksi obat yaitu sebesar 20 kejadian (20%), kemudian Drug Related
Problems (DRP’s) juga terjadi pada kasus terapi tanpa indikasi sebanyak 10
kejadian (10 %), over dosis sebanyak 9 kejadian (9%), dan dosis subterapetik 1
kejadian (1 %).
EKA ROHMATUL FAZRIAH; Herson Cahaya Himawan; Lilik Sulastri
2021 · Thesis · Open Access
Antioksidan adalah solusi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada radikal bebas
yang menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang mengandung
aktivitas antioksidan yaitu daun jambu mawar dan daun jambu bol. Kandungan
senyawa fenol dan flavonoid terkandung pada daun jambu mawar dan daun jambu
bol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan flavonoid
pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1.
Hasil Kadar total fenol pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu
bold dan kombinasi 3:1 yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan
metode kolorimetri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu sebesar 2.285,50 mg
GAE/g ekstrak; 1.750 mg GAE/g ekstrak; 3.714,20 mg GAE/g ekstrak. Hasil
Kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan
kombinasi 3:1 yang diukur dengan spekrofotometri UV-VIS dengan metode
kolorimetri AlCl3 menghasilkan 19,37 mg QE/g ekstrak; 9,3 mg QE/g ekstrak;
17,6 mg QE/g ekstrak.
Anna P. Roswiem; Herson Cahaya Himawan; NOVIANTI TRY UTAMI
2021 · Thesis · Open Access
Diabetes merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan
hiperglikemia kronis. Penderita diabetes 90% mengalami diabetes tipe 2 yang
disebabkan oleh kurang efektifnya insulin di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian
ini yaitu menguji aktivitas dan kinetika inhibisi ekstrak etanol 30% kulit batang
kayu manis Jawa (C.verum) terhadap enzim -glukosidase, identifikasi senyawa
metabolit sekunder, serta menganalisis kandungan mineral Cr, Mg dan Na.
Penentuan kandungan mineral pada simplisia kulit batang kayu manis Jawa dengan
menggunakan instrument ICP-OES. Kulit batang kayu manis Jawa dimaserasi
dengan etanol 30% selama 3 kali 24 jam, setelah itu dipekatkan dengan
menggunakan rotary evaporator hingga mendapatkan ekstrak kental. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa
(C.verum) berpotensi sebagai antidiabetes dengan nilai IC50 sebesar 71,779 ppm
dan berfungsi sebagai inhibitor unkompetitif. Simplisia kulit batang kayu manis
Jawa dalam setiap 100 gram mengandung 68,02 mg Mg, 73,24 mg Na dan 0,435
g Cr. Sedangkan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol 30% kulit
batang kayu manis Jawa, yaitu flavonoid, saponin, tanin, fenolik dan terpenoid.
Ana Lusina; Andi Ahriansyah; LUFFY ISMIATU SADELLA
2021 · Thesis · Open Access
Interaksi obat adalah keadaan saat suatu zat berpengaruh terhadap aktivitas
obat yang akan menimbulkan peningkatan efek atau penurunan, atau mungkin
akan menimbulkan efek baru. Interaksi ini akan terjadi dari kesalahan dalam
penggunaan yang disengaja atau karena kurangnya pengetahuann mengenai
bahan-bahan aktif yang terkandung dalam zat tersebut. Tujuan penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui sosiodemografi pasien dan profil penggunaan obat
Hipertensi dan Analgetik AINS secara bersamaan, dan tingkat keparahan interaksi
obat potensial yang terjadi di Puskesmas Cipaku Bogor. Penelitian ini dilakukan
dengan menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara
retrospektif pada bulan Juli sampai Agustus 2020. Hasil penelitian dari 141 data
menunjukan, jenis kelamin pada pasien paling banyak terjadi pada perempuan
sebesar 105 (74%) dan usia tertinggi terjadi pada 56-65 tahun sebanyak 50 pasien
(36%), dan pekerjaan paling banyak sebagai IRT sebanyak 104 pasien (73,76%).
Obat hipertensi yang paling banyak digunakan yaitu amlodipin sebanyak 129
(91%) dan obat analgetik AINS yang paling banyak digunakan yaitu natrium
diklofenak sebesar 107 (76%). Hasil penelitian jumlah interaksi obat potensial
sebanyak 141 kejadian interaksi dengan tingkat keparahan (100%) moderat,
kejadian yang paling banyak terjadi pada kombinasi amlodipin dengan natrium
diklofenak sebanyak 97 kejadian (68.8%).
ANA NUR AMALIA; Firsa Novellasari; Siti Mariam
2021 · Thesis · Open Access
Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan didunia.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan
darah dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus lebih dari suatu periode.
Menurut Word Health Organizations (WHO) batasan normal tekanan darah adalah
120/80 mmHg, sedangkan seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila tekanan
darahnya > 140/90 mmHg. Batasan WHO tersebut tidak membedakan usia atau
jenis kelamin. Penelitian bertujuan untuk membandingkan penurunan tekanan
darah obat anti hipertensi amlodipine dan candesartan pada pasien hipertensi
berdasarkan lama penggunaan obat terhadap outcome terapi, yaitu lama penurunan
tekanan darah sistolik dan diastolik di RSUD Sekarwangi. Desain penelitian yang
dipilih obsevasi dan pengambilan data dilakukan secara cross-sectional dari data
retrospektif pada pasien hipertensi rawat inap. Data yang dikumpulkan adalah
rekam medik dan resep penderita hipertensi rawat inap dari bulan Januari-
Desember 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan
jumlah 128 sampel. Hasil penelitian diperoleh data pada pasien perempuan (55%),
usia 56-65 tahun (40%), pendidikan SD (55%), status pekerjaan tidak bekerja
(50%). Obat yang digunakan paling banyak amlodipine (93%). Lama rawat paling
lama 4 hari (30%), dan 5 hari (30%). Rata-rata penurunan TD obat amlodipine
untuk TD Sistol 64,07, diastolik 63,96 mmHg untuk candesartan TD sistol 70,17,
dan diastolik 71,61. Berdasarkan uji statistik , uji Mann Whitney dengan nilai α
0,005, diperoleh nilai untuk sig sitolik 0,634, dan diastolik 0,546. Penurunan
tekanan darah menggunakan obat antihipertensi yaitu amlodipine dan candesartan
yang digunakan pada pasien hipertensi di rawat inap Di RSUD Sekarwangi periode
Januari-Desember 2019 tidak berbeda nyata. Dari uji normalitas Mann-whitney
test. Disimpulkan bahwa setelah 1-7 hari menjalani terapi, tekanan darah sitolik :
0,634 dan diastolik : 0,546 pasien yang mendapatkan amlodipine dan candesartan
tidak berbeda nyata.
Achmad Fauzi Isa; Eem Masaenah; HASNAH BAINATI
2021 · Thesis · Open Access
Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya
peradangan yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus
aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirih hijau (Piper betle Linn)
mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas
antibakteri dari ekstrak dan sediaan salep ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper
betle Linn) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan mengevaluasi mutu fisik
sediaan salep. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan salep
menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% kontrol
negatif basis tanpa ekstrak dan kontrol positif tetrasiklin. Parameter uji mutu fisik
sediaan salep ekstrak daun sirih meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya
sebar dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ekstrak dan sedian salep memiliki
aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Zona hambat
ekstrak konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 12,06 mm; 13,46 mm
dan 15,2 mm termasuk kategori kuat. Zona hambat sediaan salep konsentrasi
2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 10,63 mm; 12,2 mm; 14,1 mm kategori
kuat. Uji mutu fisik sediaan salep pada 2%, 4% dan 6% memenuhi persyaratan
mutu fisik sediaan yang baik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar
dan viskositas.
Aulia Irfaniafshah; BILZON GOMBUINIS TOBIA; Fredy Arifta Nasel
2021 · Thesis · Open Access
Skizofrenia merupakan salah satu gangguan psikiatri yang kompleks ,
ditandai dengan adanya gangguan berpikir berupa delusi, halusinasi, pikiran kacau
dan perubahan perilaku. Penanganan skizofrenia salah satunya dengan
menggunakan pengobatan antipsikotik. Obat antipsikotik merupakan terapi utama
yang efektif mengobati skizofrenia. Antipsikotik dibedakan menjadi dua generasi,
yaitu generasi pertama (tipikal) dan generasi kedua (atipikal). Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antipsikotik pada
pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit FMC Bogor. Parameter evaluasi
meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat dosis dan tepat frekuensi pemberian obat.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling. Data
yang digunakan diambil dari rekam medik 96 pasien yang berusia 16 – 45 tahun
periode Januari – Desember 2019. Dari hasil penelitian, skizofrenia lebih banyak
dialami oleh laki-laki (62%) dan berusia 26-35 tahun (42%). Gambaran
penggunaan antipsikotik terbanyak adalah antipsikotik golongan atipkal :
Risperidon, Klozapin sebanyak 50 pasien (52%), antipsikotik golongan tipikal :
Haloperidol, Klorpromazin sebanyak 5 pasien (5,2%) dan antipsikotik kombinasi
atipikal dan tipikal : Risperidon + Klozapin + Haloperidol sebanyak 29 pasien
(30%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketepatan penggunaan obat
antipsikotik yaitu kategori tepat obat 96%, tepat pasien 96%, tepat dosis 97%,
tepat frekuensi pemberian obat 97%.
ACHMAD FARID; Barnad; Febi Ishfahani
2021 · Thesis · Open Access
Achmad Farid, 16010073, Pengaruh Kadar Gula Darah Terhadap Waktu Rigor
Mortis (Kaku Mayat) Jenazah Di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Ciawi
Bogor, Skripsi, Program studi strata 1 (S1) Farmasi, STTIF Bogor, 2021. Kadar
gula darah merupakan kadar glukosa yang terkandung dalam darah dalam suatu
periode tertentu sebelum kematian (PERKENI, 2015). Tingginya kadar gula darah
sangat berhubungan erat dengan penyakit diabetes. Penyakit diabetes merupakan
penyakit yang tidak menular dan dapat menyebabkan kematian. Kadar gula darah
yang tinggi akan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Dimana cadangan
gula dalam tubuh akan disimpan didalam otot sebagai glikogen dan ada sebagian
dalam darah. Hal ini cadangan glikogen yang ada diotot akan mempengaruhi
cepat atau lambatnya waktu rigor mortis. Gambaran usia pada sampel usia 36
tahun keatas sebanyak 83,33%, jenis kelamin 50% : 50%, riwayat penyakit
sampel jenazah yang mempunyai riwayat diabetes sebanyak 20 pasien atau
sebesar 66,67% , dan obat antibiotik sebanyak 36%. Gambaran kadar gula darah
pasien sebelum meninggal dengan kadar gula ≥ 125 mg/dL sebelum meninggal
sebanyak 20 jenazah atau sebesar 66,67%. Gambaran waktu rigor mortis
terbanyak di 60 menit sebanyak 10 jenazah atau sebesar 33,33%. Sedangkan
waktu rigor mortis tercepat di 30 menit sebanyak 2 jenazah atau sebesar 7%.
Pengaruh kadar gula darah terhadap waktu rigor mortis bahwa jenazah dengan
kadar gula ≥ 125 mg/dL mendominasi waktu rigor mortis di menit ke 60 setelah
kematian dan sebanyak 10 jenazah. Sedangkan menit tercepat waktu rigor mortis
di menit ke 30 setelah kematian mempunyai riwayat penyakit diabetes dengan
kadar gula darah tinggi yaitu diatas ≥ 125 mg/dL dan tidak terkontrol. Jenazah
yang mempunyai riwayat kadar gula darah ≥ 125 mg/dL mempengaruhi waktu
rigor mortis lebih cepat yaitu 30 menit hingga 75 menit setelah waktu kematian.
Hal ini dapat mempengaruhi alibi seseorang pada tindakan kriminal karena
berhubungan dengan keterangan perkiraan waktu kematian yang ditentukan pada
pemeriksaan rigor mortis (kaku mayat).
Eem Masaenah; NADDYA SYAFITRI; Triyani Sumiati
2021 · Thesis · Open Access
Lotion merupakan suatu sediaan kosmetik berbentuk emolien cair yang
digunakan pada daerah tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan
kulit. Lotion adalah pilihan paling tepat sebagai pelembab yang ringan atau bila
digunakan untuk seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai IC50
dari ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dan juga pada sediaan body lotion
ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu, serta untuk mengetahui nilai IC50 yang
terbaik dari beberapa formulasi. Dalam penelitian ini digunakan 3 formulasi (FI,
F2, F3), Konsentrasi ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dalam sediaan body
lotion adalah 0,34%; 0,37% dan 0,40%. Pengujian aktivitas antioksidan pada
ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu memiliki nilai IC50 sebesar 24,11 ppm,
sedangkan nilai IC50 pada sediaan formulasi I, II dan III secara berturut-turut yaitu
35,71 ppm, 32,92 ppm, dan 30,61 ppm. Nilai IC50 terbaik berada pada formulasi
3.
AULIA PUSPITA SARI; Herson Cahaya Himawan; Rakhmat Ramdhani Alwie
2021 · Thesis · Open Access
Buah sawo duren (Chrysophyllum cainito) merupakan tumbuhan yang dapat
digunakan sebagai antimikroba dan obat alternatif dalam pengobatan atau kontrol
infeksi bakteri enterik. Sawo duren memiliki kandungan senyawa tanin, alkaloid,
flavonoid, steroid dan glikosida jantung yang berasal dari ekstrak jus buah dan
biji. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak etil
asetat, etanol 96%, dan air dari buah segar sawo duren. Uji aktivitas antibakteri ini
dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etil asetat, etanol
96% dan air dari buah segar sawo duren yang akan diuji dibuat ke dalam
konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50% yang selanjutnya dilakukan uji aktivitas
bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil uji aktivitas antibakteri
ekstrak etil asetat, etanol 96% dan air dari buah segar sawo duren terhadap
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli di dapat hasil penghambatan
pertumbuhan pada bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada ekstrak akuades
yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai aktivitas terbaik 20,3 mm.
Penghambatan terbaik pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli terdapat pada
ekstrak etil asetat yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai 17,8 mm.