2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun ubi jalar ungu merupakan tumbuhan suku convolvulaceae yang
mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan
steroid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji
toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas ekstrak daun ubi jalar
ungu dengan pelarut etanol 70%, etil asetat dan n- heksan. Uji toksisitas
menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji
Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50).
Nilai LC50 yang diperoleh dari ekstrak daun ubi jalar ungu dengan pelarut etanol
70%,etil asetat dan n-heksan secara berturut-turut sebesar 233.46, 150.04 dan
171.82 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak daun ubi jalar ungu tersebut
termasuk kedalam kategori toksik sedang. Berdasarkan penelitian dapat
disimpulkan ekstrak daun ubi jalar ungu memberikan efek toksik yang diduga
berpotensi sebagai antikanker.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jerawat merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri
diantaranya adalah Propionibacterium acnes. Penelitian Alamsyah 2019
menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun lamtoro (Leucaena leucocephala
(Lam) de Wit) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes
pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat sebesar 11,39 mm. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mutu fisik sediaan gel
ekstrak etanol 70% daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada
penelitian ini ekstrak daun lamtoro diformulasikan kedalam bentuk sediaan gel
dengan berbagai konsentrasi ekstrak yaitu 10%, 20%, dan 30% kemudian diuji
mutu fisik meliputi: uji organoleptik, daya sebar, pH, viskositas, stabilitas Cycling
test dan uji antibakteri terhadap Propionibacterium acnes menggunakan metode
difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun lamtoro mengandung
senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Aktivitas
antibakteri ekstrak daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan
konsentrasi 10%, 20%, 30% adalah 10,6 mm, 15,9 mm, dan 18,3 mm. Sediaan gel
ekstrak daun lamtoro memiliki mutu fisik yang baik, dan aktivitas antibakteri
sediaan gel daun lamtoro dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% secara berturut-turut
6,4 mm, 8,2 mm, 10,1 mm dengan kategori sedang yang menunjukan sediaan gel
ini dapat berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium
acnes.
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian
2021 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian